Minggu, 13 Maret 2016

TULISAN TENTANG FTP.

Nama : Indra Benyamin S.
Kelas : 2IA23.
NPM : 55414292.






Pengertian FTP dan Fungsi FTP

Pengertian FTP.

Sebelum ke pengertian FTP, mari kita lihat bagaimana proses transfer data dari jaringan komputer klien ke server untuk memahami pengertian FTP sebenarnya.

Internet adalah jaringan komputer yang besar yang dikontrol oleh seperangkat aturanTCP/IP, yang memungkinkan komunikasi dan transfer data. Setiap koneksi antar komputer pada jaringan itu ibarat percakapan. Menurut sifat percakapan antara dua komputer, jenis protokol yang digunakan pun berbeda. Dari sekiam banyak protokol Internet yang membuat transmisi data melalui Internet, salah satu yang paling penting adalah FTP atau File Transfer Protocol.

Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan penjelasan ringkas namun terperinci mengenai pengertian FTP / file transfer protocol dan apaFungsi FTP atau aplikasinya di Internet. FTP adalah menggunakanprotokol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi dataantara Komputer server dan Komputer klien

Pengertian FTP dan Fungsi FTP Secara Eksklusif.

Dari ilustrasi diatas mari kita tarik suatu pengertian FTP dari beberapa pendapat mengenai pengertian FTP.

Pengertian FTP yang pertama: File Transfer Protokol atau disingkatFTP adalah suatu protokol jaringan yang berfungsi untuk pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol TCP/IP. Dua hal pokok pada FTP yaitu FTP server dan FTP Client.

Pengertian FTP yang kedua: FTP merupakan sebuah protokol internet yang berjalan di dalam level aplikasi yang merupakan standar untuk proses transfer file antar mesin komputer dalam sebuah framework.

Fungsi FTP adalah yang utama melakukan pertukaran file dalam jaringan.

Fungsi FTP adalah Protokol yang melakukan trasfer file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Fungsi FTP adalah mempermudah dalam pembagian file-file, mempercepat secara tak langsung atau implicyt menggunakan komputer remote, melindungi user dari berbagai file storage system antar host.

Fungsi FTP server adalah menjalankan perangkat lunak yang digunakan untuk pertukaran file atau dalam istilah asing file exchange, yang selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat request atau permintaan dari FTP client. FTP client adalah komputer yang meminta koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (upload dan download file). pada kesempata lain saya telah menjelaskan Fungsi FTP dan aplikasinya secara lengkap berdasarkan Pengertian FTP diatas pada link: Pengertian, Fungsi, Aplikasi & Cara Kerja FTP


Konsep File Transfer Protocol (FTP)

Pada FTP terdapat sebuah model FTP, model FTP adalah standar yang mampu mendeskripsikan sebuah operasi sederhana. Model FTP memiliki tugas mendefinisikan perintah yang berpartisipasi dalam sebuah perpindahan file dari kedua kanal komunikasi yang terbentuk serta komponen-komponen FTP yang mengatur kedua kanal dan definisi terminologi yang digunakan untuk komponen-komponen tersebut.

Sesuai namanya yaitu file transfer protocol (FTP) yang berarti segala prosesnya masuk dalam protokol client dan server. Client FTP disebut sebagai user, dimana para pengguna FTP melakukan perintah dan proses dari mesin yang disebut client.


Proses ini berupa serangkaian operasi pada perangkat lunak FTP. Sedangkan pengertian File transfer protocol server atau FTP server adalah tempat dimana FTP client terhubung dan melakukan proses yang berlangsung.

Koneksi control pada FTP dan koneksi data.

Salah satu konsep dalam memahami FTP adalah bahwa seperti kebanyakan protokol lain yang menggunakan protokol transport TCP, FTP tidak hanya menggunakan satu koneksi TCP melainkan menggunakan dua koneksi.

Model FTP dirancang memerlukan dua kanal logik komunikasi antara proses server dan klien FTP:
Control koneksi, Ini merupakan koneksi logikal TCP yang dibuat ketika sebuah sesi FTP diadakan. Koneksi logikal TCP ini memelihara throughput selama sesi FTP dan digunakan hanya untuk melakukan pertukaran informasi control, seperti perintah FTP dan jawabannya.
Koneksi data, Setiap saat ketika data dikirimkan dari server ke klien atau sebaliknya, sebuah koneksi data TCP nyata dibangun di antara server dan client. Data kemudian dikirimkan melalui koneksi data tersebut. Saat pengiriman file selesai, koneksi data ini dihentikan.

Alasan untuk menggunakan kanal-kanal yang berbeda ini adalah agar didapatkan keleluasaan bagaimana protokol FTP ini digunakan.

Karena fungsi kontrol dan data dikomunikasikan melalui kanal yang berbeda, model FTP membagi perangkat lunak pada tiap peralatan menjadi dua komponen logikal protokol yang bertugas untuk masing-masing kanal.

Protocol interpreter (PI) adalah bagian dari perangkat lunak yang mengatur koneksi berkaitan dengan pengiriman dan penerimaan perintah berikut jawabannya. Data transfer process (DTP) bertanggung jawab terhadap pengiriman dan penerimaan data antara klien dan server.

Sebagai tambahan pada dua elemen di atas, pada proses FTP user ditambahkan komponen ketiga yakni antar muka user untuk berinteraksi dengan user FTP sebagai manusia, ia tidak ditambahkan pada sisi server.

Sehingga terdapat dua komponen proses FTP server dan tiga komponen proses FTP user pada keseluruhan proses FTP. Untuk lebih jelas perhatikan gambar dibawah ini, beserta penjelasan fungsi masing-masing elemen berikut ini.













Refferensi buku:
Sutedjo, Budi.2006. Konsep dan Perancangan Jaringan Komputer.Andi Publisher



Refferansi website:

http://jaringankomputer.org/pengertian-ftp-fungsi-ftp/
http://www.plengdut.com/2015/06/konsep-dan-pengertian-file-transfer-protocol-ftp-server.html

TULISAN TENTANG HTTP.

Nama : Indra Benyamin S.
Kelas : 2IA23.
NPM : 55414292.




HTTP (Hypertext Transfer Protocol) adalah suatu protokol yang digunakan untuk mentransfer dokumen/halaman dalam WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan dapat diformat dan dikirimkan dari client ke server atau sebaliknya. HTTP mengatur aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.

Pengembangan standar HTTP dilaksanakan oleh Konsorsium World Wide Web (World Wide Web Consortium/W3C) dan juga Internet Engineering Task Force (IETF), yang menghasilkan publikasi beberapa dokumen Request for Comments (RFC), antara lain RFC 2616 yang mendefinisikan tentang HTTP/1.1. (dipublikasikan pada bulan Juni 1999).

HTTP merupakan sebuah protokol untuk meminta/menjawab antara klien dan server. Sebuah klien HTTP (seperti web browser atau robot dan lain sebagainya), biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan ke port tertentu di sebuah serverWebhosting tertentu (biasanya port 80). Klien yang mengirimkan permintaan HTTP juga dikenal dengan user agent. Server yang meresponsnya, yang menyimpan sumber daya seperti berkas HTML dan gambar, dikenal juga sebagai origin server. Di antara user agent dan juga origin server, bisa saja ada penghubung, seperti halnya proxy, gateway, dan jugatunnel. Sumber yang hendak diakses dengan menggunakan HTTP diidentifikasi dengan menggunakan Uniform Resource Identifier (URI), atau lebih khusus melalui Uniform Resource Locator (URL), menggunakan skema URI http: atau https:.


Bagaimana cara kerja dari HTTP tersebut?

Bila kita mengklik link hypertext atau kita mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser, maka Anda sedang mentransfer URL ke browser, dan Dari URL ini browser Anda tahu server mana yang akan dihubungi dan file apa yang diminta kemudian web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server. Web server selanjutnya akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang diminta oleh web browser. Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web browser untuk ditampilkan kepada kita.
Bagaimana proses transaksi data HTTP?

Selama transaksi http, para pemohon atau yang dikenal sebagai klien, meminta file ke server melalui web browser.

Skema normal :
1. Klien terhubung ke host,
2. Server menerima koneksi,
3. Klien permintaan file,
4. Server mengirimkan respon (termasuk file atau tidak).


Contoh permintaan dan penerimaan HTTP

Pertama, Anda ingin http header halaman contoh (halaman ini).
Jadi, Anda mengisi alamat URL pada browser yaitu “http://www.randyseptian.web.id/2011/03/pengertian-dan-cara-kerja-http/” kemudian browser Anda akan tersambung dan mengirimkan:

Connect to 116.199.xxx.xxx on port 80 ... ok 
GET /2011/03/pengertian-dan-cara-kerja-http/ HTTP/1.1 
Host: www.randyseptian.web.id 
Connection: keep-alive 
User-Agent: Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 6.1; en-US; rv:1.9.2.15) Gecko/20110303 AlexaToolbar/alxf-2.11 Firefox/3.6.15 GTB7.1 
Accept-Encoding: gzip 
Accept-Charset: ISO-8859-1,UTF-8;q=0.7,*;q=0.7 
Cache-Control: no-cache 
Accept-Language: de,en;q=0.7,en-us;q=0.3


Penjelasan: browser Anda meminta halaman yang disebut “/2011/03/pengertian-dan-cara-kerja-http/” menggunakan protokol http1.1. Browser Anda menggunakan bahasa Inggris dan Firefox 3.6.15. Browser Anda menginginkan koneksi (socket) tetap terbuka antara Anda danwww.randyseptian.web.id, sehingga dapat meminta file lebih lanjut.



Status: HTTP/1.1 200 OK 
Date:Wed, 23 Mar 2011 03:01:08 GMT 
Server:Apache/2.2.13 (Unix) mod_ssl/2.2.13 OpenSSL/0.9.8e-fips-rhel5 mod_auth_passthrough/2.1 mod_bwlimited/1.4 FrontPage/5.0.2.2635 PHP/5.2.10 
X-Powered-By:PHP/5.2.10 
X-Pingback:http://www.randyseptian.web.id/xmlrpc.php 
Connection:close 
Transfer-Encoding:chunked 
Content-Type:text/html; charset=UTF-8 
[ISI FILE...]

Pertama, web server mengetahui halaman yang Anda inginkan dan bisa mengirimkannya: kode 200. Lalu, Anda memiliki beberapa info lebih lanjut tentang server: Apache di Unix, socket ditutup setelah halaman html, tanggal modifikasi terakhir. Dan akhirnya, file yang diminta.


Pengertian Dan Penjelasan Tentang HTTP Persistent Connection merupakan cara konseksi pada HTTP agar bisa selalu terus terbuka dalam penulisan header fieldnya HTTP PC ini bisa ditulisakan seperti ini connection: keep-alive jadi tujuannya adalah agar anda bisa menggunakan koneksi HTTP kembali, dimana pada program program indi servers cara penulisan yang tepat adalah HTTP akan ditulisankan padakedua sisi baik sisi client maupun server contoh penulisan pada program indi servers:
if pos('HTTP',athread.NetData)<>0 then begin (Kode pemanggil untuk client)
AThread.NetData := StringReplace(AThread.NetData,' HTTP',' 200 OK',[rfReplaceAll]); (Kode pemanggil untuk server)


Itu adalah kedua contoh persistence yang terjadi dimana persistence pertama maupun yang kedua sama sama bisa digunakan oleh Client maupun servers, kode standart yang bisa diakses oleh antara requset dan respon harus berada pada HTTP 200 Ok karena itu adalah kode HTTP yang normal dan sudah dipatenkan diseluruh dunia, semua kode kode HTPP baik pendukungnnya haruslah berbahasa inggris karena kode kode ASCII baik decoding maupun encoding masih menggunakan bahasa ingrris untuk protokol HTTP ini misal saya ingin buat protokol dengan 200 YA,, tentu saja 200 OK adalah kode yang bisa diterima oleh browser saat ini sedangkan 200 ya tidak akan diterima dengan baik, dan kenapa harus 200 OK tidak 100 atau 1000 OK karena itu adalah kode binari pada sistem unx yang dimana penggunaannnya dikeluarkan oleh perusahaan IBM Pertama tetapi secara persisnya saya juga kurang tahu karena itulah yang saya tahu dan IBM sendiri memiliki beberapa bahasa unix yang tidak ada pada perangkat komputer lainnya dan ada berita ada kode program milik IBM yang pada tahun 2015 ini sedang dicari terutama dengan program bahasa unixnya, saya sendiri tidak tahu program apa yang mereka cari pada produk IBM lama ini, apakah Program Virus Mematikan, Apakah Program Bomber Email, atau jangan jangan Program Shutdown Jaringan di seluruh Dunia kita tunggu saja kabar selanjutnya.

HTTP Persistent Connection pada HTTP/1.0 Penggunaannya belum ada sertifikat resminya tetapi sudah diakui diseluruh dunia bahwa protokol yang menggunakan HTTP/1.0 harus selalu tetap terbuka jika itu juga client mengirimkan permintaan koneksi terbuka sehingga servers pun harus memeberikan tanggapan terbuka dan ini akan terus terbuka jika client tidak memutuskannya contoh dalam penulisan header http adalah connection: keep-alive walaupun client tidak menuliskannya maka secara otomatis maka koneksi masih keep-alive atau terbuka sampai klien memutuskan jaringannya.

HTTP Persistent Connection pada HTTP/1.1 untuk protokol HTTP/1.1 semua koneksi harus berada pada persistence jadi ini kebalikan dari HTTP/1.0 yang dimana koneksi Keep-Alive tidak boleh terpisah tetapi ada kecualinya (pengecualiannya lain waktu akan dibahas oleh admin capsa) selain yang HTTP/1.1 dan HTTP/1.0 ada juga HTTP persistence yang lebih baik diantaranya HTTP/2.0 , HTTP/2.2, HTTP/1.3, HTTP/2.4 yang mampu memberikan kecepatan akses lebih baik tetapi ini baru berada pada web servers apache selebihnya saat ini saya sedikit kurang tahu.

HTTP Persistent koneksi Ini sudah ada pada beberapa aplikasi web browser baik mobile maupun desktop (PC) dari beberapa aplikasi web browser yang ada saat ini yang sedikit berbeda dari yang lainnya hanyalah mozilla firefox karena firefox sendiri menggunakan persistence yang berbeda dan inilah yang membuat kenapa firefox lebih unggul dari yang lainnya karena firefox sendiri menggunakan tekhnologi load balancing yang menggunakan per proxy dan perserver dan inilah kelebihan dari browser ini yang belum ada browser lainnya tetapi kelebihan ini hanya mampu bisa digunakan pada perangkat CPU yang lebih besar semisal OS Window, Ubuntu, Linux, Debian, kalau untuk mobile tekhnologi firefox masih kalah dengan UC browser yang menggunakan caching paling baik dari pada yang lainnya.







Refferensi buku:
Sutedjo, Budi.2006. Konsep dan Perancangan Jaringan Komputer.Andi Publisher



Refferansi website:

http://www.memberarea.my.id/2015/03/pengertian-dan-penjelasan-tentang-http_8.html
http://www.randyseptian.web.id/pengertian-dan-cara-kerja-http.htm

Sejarah, Pengertian, Perkembangan, Dan Perbedaannya.

Nama : Indra Benyamin S.
Kelas : 2IA23.
NPM : 55414292.


Sejarah

Penemu situs web adalah Sir Timothy John ¨Tim¨ Berners-Lee, sedangkan situs web yang tersambung dengan jaringan pertamakali muncul pada tahun 1991. Maksud dari Tim ketika merancang situs web adalah untuk memudahkan tukar menukar dan memperbarui informasi pada sesama peneliti di tempat ia bekerja. Pada tanggal 30 April 1993, CERN (tempat dimana Tim bekerja) mengumumkan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh publik. Sebuah situs web bisa berupa hasil kerja dari perorangan atau individu, atau menunjukkan kepemilikan dari suatu organisasi, perusahaan. biasanya pembahasan dalam sebuah situs web merujuk pada sebuah ataupun beberapa topik khusus, atau kepentingan tertentu. Sebuah situs web bisa berisi pranala yang menghubungkan ke situs web lain, demkian pula dengan situs web lainnya. Hal ini terkadang membuat perbedaan antara situs web yang dibuat oleh individu ataupun perseorangan dengan situs web yang dibuat oleh organisasi bisnis menjadi tidak begitu jelas. Situs web biasanya ditempatkan pada server web. Sebuah server web umumnya telah dilengkapi dengan perangkat-perangkat lunak khusus untuk menangani pengaturan nama ranah, serta menangani layanan atas protokol HTTP yang disebut sebagai Server HTTP (bahasa Inggris: HTTP Server) seperti Apache HTTP Server, atau Internet Information Services (IIS).

Web

Web merupakan kepanjangan dari website dalam bahasa inggris dalam bahasa Indonesia disebut situs. Website sendiri berarti sejumlah halaman web yang memiliki topik saling terkait, kadang kadang juga disertai dengan berkas-brkas, gambar, video, dll. Website sendiri dapat diakses melalui jaringan internet atau jaringan wilayah lokal (LAN: Local Area Network), melalui alamat internet yang dikenal dengan URL. Gabungan dari semua situs yang dapat diakses di internet disebut juga WWW (Waring Wera Wanua). Pada umumnya, halaman beranda situs situs internet dapat diakses oleh umum secara bebas, Namun sebagian website mewajibkan pengunjung untuk mendaftar terlebih dahulu untuk mengakses konten dalam website tersebut., bahkan sebagian website mewajibkan pengunjung untuk membayar saat mendaftar, contohnya, situs situs yang menampilkan konten pornografi, situs situs berita, dan email. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan website, menghormati privasi atau tujuan komersil tertentu. Sebuah halaman web merupakan berkas yang ditulis sebagai berkas teks biasa (plain text) yang diatur dan dikombinasikan sedemikian rupa dengan instruksi-instruksi berbasis HTML, atau XHTML, kadang-kadang pula disisipi dengan sekelumit bahasa skrip. Berkas tersebut kemudian diterjemahkan oleh peramban web dan ditampilkan seperti layaknya sebuah halaman pada monitor komputer. Halaman-halaman web tersebut diakses oleh pengguna melalui protokol komunikasi jaringan yang disebut sebagai HTTP, sebagai tambahan untuk meningkatkan aspek keamanan dan aspek privasi yang lebih baik, situs web dapat pula mengimplementasikan mekanisme pengaksesan melalui protokol HTTPS.

Web 1.0 (1990-2000)

Web1.0 adalah generasi pertama dari website di internet. Dalam web 1.0 para pengunjung dapat mencari dan browsing data yang ada di dalam web, namun pengunjung tidak memiliki akses untuk memasukkan data atau informasi ke dalam situs. Pada masa web 1.0, layanan internet masih berkisar diantara static website yang saling dihubungkan dengan hyperlink. Website pada kala itu, hanya menyampaikan informasi satu arah dalam bentuk brosur online. Pada tahun 1998 Google berdiri dan internet semakin mudah untuk digunakan. Pada masa itu, website dengan format portal berita dan took online (example: Amazon.com) menjadi website yang paling diminati oleh para investor.

Web 2.0 (2001-2010)

Pada Web 2.0 pengembangan dimulai. Pada era ini, pengunjung dapat melakukan interaksi dengan diatur oleh system yang ada pada web. Web 2.0 sendiri merupakan istilah yang dicetuskan pada tahun 2003 oleh O’reilly Media lalu kemudia dipopulerkan pada konfrensi web 2.0 pada tahun 2004. Web 2.0 memiliki beberapa ciri khas, yaitu: share, collaborate dan exploit. Di dalam era web 2.0 penggunaan web untuk berbagi pertemanan, kolaborasi menjadi sesuatu yang penting. Web 2.0 mulai digemari dan diminati seiring dengan maraknya blog, Friendster, Youtube, Myspace, dan Flickr.Kehidipan social di dunia maya pada masa ini benar benar terasa. Banyak perusahaan online tumbang di masa DotCom Bubble burst, namun banyak juga yang bertahan. Google, Yahoo, Amazon dan eBay adalah beberapa diantaranya. Kehancuran selalu menyisakan pemain berkualitas yang bertahan. Dari keruntuhan DotCom Bubble burst tersebut, wajah world wide web perlahan mulai berubah. Pada tahun 2001, Wikipedia diluncurkan kemudian Apple mendirikan ITunes. Pada tahun 2002, Friendster diluncurkan. Perlahan, worl wide web mulai dihuni oleh website-website yang berbeda dengan website website yang sebelumnya sepertidotcom bubble burst.Istilah web 2.0 kemudian tidak lagi membagi world wide web berdasarkan teknologi nya. Namun membagi berdasarkan karakter website tersebut. Lalu kemudian istilah Web 2.0 juga memunculkan Web 1.0, yaitu istilah untuk website pada era sebelumnya. Pada garis besarnya, web 2.0 berbicara mengenai partisipasi. hubungan komunikasi many-to-many. Jika pada era web 1.0 (era sebelum web 2.0, dari 1990 hingga 2001) pengguna internet dengan mudah membrowse internet, namun pengadaan konten di internet masih ‘dikuasai’ oleh para geek yang menguasai bahasa HTML untuk membuat halaman web. Komunikasi yang terjadi pun hanya satu arah: dari pemilik website ke pengunjungnya. Pada era web 2.0, pengadaan konten di internet tidak lagi dikuasai oleh geek. Website – website yang digolongkan ke dalam kategori web 2.0 (kita akan menuliskan lebih rinci tentang web 2.0 di tulisan selanjutnya) memfasilitasi pengguna internet biasa untuk menuliskan konten mereka sendiri: Website sharing foto seperti flickr, blog service seperti wordpress.com, blogger.com, video sharing seperti YouTube, dll. Komunikasi pun terjadi secara dua arah, dimana pengunjung web juga bisa memberikan informasi.

Web 3.0 (2005-now)

Pada masa ini, lambat laun kebiasaan dan kebutuhan para pengunjung dunia maya semakin bertambah dan selalu berubah. Hal ini juga sejalan dengan semakin cepatnya akses internet broadband dan teknologi komputer yang semakin canggih. Jika pada telekomunikasi sudah mulai terdengar isu era 4G, begitu juga yang terjadi pada dunia website yang juga memunculkan isu akan segera hadirnya era baru yaitu Web 3.0. Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari Web 2.0 dimana disini web seolah-olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Web 3.0 memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provide. Pada masa ini, web sudah berperan sebagai assisten pribadi kita. Dengan menggunakan teknologi 3D animasi, para pengunjung sudah bisa membuat profil avatar yang sesuai dengan karakter, kemudian melakukan aktivitas di dunia maya seperti layaknya di dunia nyata. Lalu kemudian web 3.0 menjadi dunia virtual kita. Web 3.0 adalah generasi ketiga dari layanan internet berbasis web. Konsep Web 3.0 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001, saat Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web, menulis sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan Web 3.0 sebagai sebuah sarana bagi mesin untuk membaca halaman-halaman Web. Hal ini berarti bahwa mesin akan memiliki kemampuan membaca Web sama seperti yang manusia dapat lakukan sekarang ini. Web 3.0 berhubungan dengan konsep Web Semantik, yang memungkinkan isi web dinikmati tidak hanya dalam bahasa asli pengguna, tapi juga dalam bentuk format yang bisa diakses oleh agen-agen software. Beberapa ahli bahkan menamai Web 3.0 sebagai Web Semantik itu sendiri. Keunikan dari Web 3.0 adalah konsep dimana manusia dapat berkomunikasi dengan mesin pencari. Kita bisa meminta Web untuk mencari suatu data spesifik tanpa bersusah-susah mencari satu per satu dalam situs-situs Web. Web 3.0 juga mampu menyediakan keterangan-keterangan yang relevan tentang informasi yang ingin kita cari, bahkan tanpa kita minta.


Normal 0 false false false EN-US JA X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:Cambria; mso-ascii-font-family:Cambria; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Cambria; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-ansi-language:EN-US;}


Web 3.0 terdiri dari: Web semantic, Format mikro, Pencarian dalam bahasa pengguna, Penyimpanan data dalam jumlah besar, Pembelajaran lewat mesin, Agen rekomendasi yang merujuk pada kecerdasan buatan Web.



Perkembangan dan Perbedaan Generasi Web 1,2 dan 3


Web adalah suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI). Secara umum, Web 1.0 dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif.Secara garis besar, sifat Web 1.0 adalah Read.


Lalu, tak lama kemudian muncullah Web 2.0 yang merupakan revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, juga merupakan suatu percobaan untuk memahami aturan untuk mencapai keberhasilan platform baru.

Sifat Web 2.0 adalah Read-Write. Era Web 2.0 tidak membutuhkan orang jenius yang hanya berkutat sendiri di ruang tertutup atau laboratorium untuk membuat teknologi baru yang dipatenkan agar membuat dirinya menjadi terkenal. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas online besar yang menghapuskan sifat-sifat individu.

Sedangkan letak perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0 yaitu :

1. Perilaku pengguna Membaca Menulis

2. Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas

3. Hubungan dengan server Client-server Peer to peer

4. Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML

5. Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif

6. Pengelolaan konten Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag

7. Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi

8. Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring

9. Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna

Yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya.Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan.Kemampuan web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, voice dapat dilakukan layaknya aplikasi desktop.

Selanjutnya adalah Web 3.0, jika dunia seluler dikenal istilah 3G, maka di Internet ada yang namanya Web 3.0. Wow, apa pula ini? Apa bedanya dengan Web 2.0 yang sekarang sedang marak? Jangan salah, ternyata orang Indonesia juga sudah ada yang mengembangkannya.

Konsep ini dapat diandaikan sebuah website sebagai sebuah intelektualitas buatan (Artificial Intelegence).Aplikasi – aplikasi online dalam website dapat saling berinteraksi, kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service.

Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco berkembang pesat seiring dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah seperti sama saja tidak ada bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi di ponsel atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami evolusi menuju dunia yang lebih maju.

Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community.

Permasalahan lain yang potensial muncul adalah, sebagai teknologi masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik nafas penjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi masyarakat luas.

Web 1.0
merupakan teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Website yang dibangun pada generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Berbagai Website seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com” dapat dikategorikan ke dalam jenis ini.
web 2.0
Web 2.0 Istilah Web 2.0 pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara online. Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut: “Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut”
Berbagai layanan berbasis web seperti jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”) merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para pengguna Web. Pada umumnya, Website yang dibangun dengan menggunakan teknologi Web 2.0 memiliki fitur-fitur sebagai berikut:
• CSS (Cascading Style Sheets)
• Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax
• Markup XHTML
• Sindikasi dan agregasi data menggunakan RSS/Atom
• URL yang valid
• Folksonomies
• Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh Website
• XML Web-Service API

Web 3.0 / Semantic Web

Walaupun masih dalam perdebatan di kalangan analis dan peneliti, istilah Web 3.0 tetap berpotensi menjadi generasi teknologi di dunia Internet. Saat ini, definisi untuk Web 3.0 sangat beragam mulai dari pengaksesan broadband secara mobile sampai kepada layanan Web berisikan perangkat lunak bersifat on-demand [Joh07]. Namun, menurut John Markoff, Web 3.0 adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Berdasarkan definisi yang dikemukakan tersebut, maka pada dasarnya Semantic Web memiliki tujuan yang sama karena Semantic Web memiliki isi Web yang tidak dapat hanya diekpresikan di dalam bahasa alami yang dimengerti manusia, tetapi juga di dalam bentuk yang dapat dimengerti, diinterpretasi dan digunakan oleh perangkat lunak (software agents). Melalui Semantic Web inilah, berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan cara yang lebih mudah [Tim01].
Pembuatan Semantic Web dimungkinkan dengan adanya sekumpulan standar yang dikoordinasi oleh World Wide Web Consortium (W3C). Standar yang paling penting dalam membangun Semantic Web adalah XML, XML Schema, RDF, OWL, dan SPARQL.

Mungkin ini beberapa referensi ciri khas dari web 3.0
• transformation dari tmp penyimpanan yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.
• ubiquitous connectivity, memungkinkan info diakses di berbagai media.
• network computing, software-as-a-service business models, Web services interoperability, distributed computing, grid computing and cloud computing;
• open technologies, sebagian besar semuanya berjalan dalam platform open source / free.
• open identity, OpenID, seluruh info adalah bebas dan sebebas – bebasnya.
• the intelligent web, Semantic Web technologies such as RDF, OWL, SWRL, SPARQL, GRDDL, semantic application platforms, and statement-based datastores;
• distributed databases, database terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).
• intelligent applications.
Dari seluruh sifat dan kriteria tersebut, yang bisa dijelaskan dan masih dapat diperkirakan berhasil barulah semantic web.
SIOC
Adalah komunitas yang berusaha mewujudkan semantic website yang tengah berjuang membantu kita menciptakan web cerdas yang mana kelak pencarian info di internet menjadi jauh – jauh sangat mudah.
Banyak orang yang bahkan tidak tahu bahwa istilah web 2.0 / 3.0 adalah sebuah istilah untuk konsep dan cara bekerja dari manusia pada informasi di internet, dan bukanlah sebuah teknologi bernama 2.0 atau 3.0 …

Refferensi buku:

Syahidin, Yuda. 2006. Modul Kuliah Pemograman web l. PIKSI Ganesha. Bandung


Refferansi website:

http://komunikasi.us/index.php/course/5147-sejarah-website-dan-perkembangannya-web-1-0-web-2-0-web-3-0
https://grafityindonesia.wordpress.com/2011/06/30/perkembangan-dan-perbedaan-generasi-web-12-dan-3/